Sebelum saya membahasnya lebih dalam, saya tegaskan bahwa saya tidak berniat untuk mengubah pola pikir, ataupun mengajak atau memprovokasi. Saya hanya ingin bercerita bagaimana saya memutuskan untuk memilih Android daripada BB.
Blackberry, sebuah perangkat mobile bikinan Research In Motion (RIM) ini memang benar2 luar biasa mantab
. Awal ketertarikan saya pada handset ini adalah saat kakak saya bersama seorang teman kantornya membeli BB Curve 3G dan kemudian meminta saya untuk setting push mail, fb dll (di keluarga saya satu2nya orang yang berkuliah di jurusan IT sehingga hal2 seperti ini mereka selalu menganggap saya bisa, walaupun tetap saja ujung2nya http://www.google.co.id
). Namun saya kaget, RIM memang luar biasa sehingga dapat mengemas teknologinya kedalam User Interface yang mudah dipahami hingga saya hanya membutuhkan google untuk mencari format SMS untuk daftar BIS Ind***t. Saya benar2 terpukau dengan teknologi yang ditawarkan BB, pushmail, instan messaging, social networking dengan notifikasi yang real time serta Blackberry App World dengan segudang aplikasinya.
Namun saya sempat terheran dengan teman kakak saya yang sama2 membeli BB namun dia berkata “buat apa daftar BIS segala? Toh saya gak butuh internet”. Mungkin anda bertanya lalu buat apa BB? Yah benar, dia menggunakan BB hanya untuk sms an dan tlp saja, aktivitas yang sudah dapat dilakukan dengan HP saya yang saya miliki saat masih duduk di bangku SMP. Ternya ta lewat seminggu dia datang kerumah dan minta dibuat agar BB nya bisa seperti milik kakak saya (bisa bunyi “tuing” kalo status FBnya ada yang comment katanya
). Dan saya kemudian berpikir bahwa mereka yang awalnya hanya ikut2an alias jadi follower dengan membeli BB hanya untuk gaya dan mejeng saja, lama kelamaan akan menyadari teknologi yang ada dalam perangkat ini. Inovasi yang luar biasa dari RIM sehingga dapat membuat remaja yang menomor satukan “life style” ini tidak buta terhadap teknologi dan internet. Mulai dari saat itu saya berencana untuk menabung agar suatu hari nanti saya dapat menjual HP saya dan menggantinya dengan BB.
Lho kok jadi cerita BB terus ya?kapan androidnya nih?tenang cerita tentang android baru akan dimulai
. Selang 1 bulan akhirnya saya dapat mengumpulkan uang untuk membeli BB, dan saya mengatakan pada pacar saya untuk membeli BB yang kebetulan juga pingin beli HP gara2 HP nya sering restart2 sendiri (udah jadul sih
). Tapi dia menjawab ”enggak ah, BB tu HP sejuta umat alias pasaran”. Aku pingin beli HP touch screen aja yang harganya 2 jutaan, “ya sudah nanti aku cariin di internet HP yang harga segitu”. Sekitar 1 jam lebih searching di internet dan banyak HP touch screen yang saya temukan namun saya tertuju pada satu tipe HP yaitu Xperia X8 dari SE. Dengan harga dibawah 2 juta namun sudah mengusung system operasi Android??. Setahu saya saat ada bursa gadget android kurang lebih 4 bulan yang lalu, harganya masih diatas 3 jutaan. Hingga saya menelepon counter HP langganan saya untuk memastikan harganya dan ternyata benar memang dikisaran 1,9 juta.
Pacar saya tidak langsung membeli HP tersebut dikarenakan barangnya langka, harus inden dulu paling cepat 2 minggu, katanya tidak apa2 sekalian nunggu saya jadi nanti waktu saya beli BB dia juga beli X8. Iseng2 saya browsing mengenai si Android ini, karena saya dengar bahwa dia adalah system operasi yang cerdas dan lagi open source. Semakin saya mencari informasi tentang android, semakin saya lupa akan BB, walaupun banyak orang bilang Android itu susah makenya dan ribet. “User Interfacenya asing banget” kata seorang teman yang sudah memakai, “tapi kalau gak butuh BBM, gue recommend pake android aja” kata seorang temen saya. Saya menjadi bingung, apalagi dengan seorang teman saya yang lain berkata kalau User Interfacenya ga ribet (lho mana nih yang bener??). Itulah kelebihan android yang pertama, Sistem Operasi android bersifat open source sehingga melegalkan setiap vendor untuk mengemas system operasi tersebut kedalam User Interface buatan mereka sendiri. Tidak sama dengan Sistem Operasi BB yang tampilannya hampir sama, Android tampilannya berbeda beda tergantung vendor yang membuat User Interfacenya. Misal pada HTC kita mengenal “HTC SenseUI”, sedangkan SE terdapat “Timescape”, Motorola “Motoblur” dan Samsung “Touchwiz”.
Semakin hari saya mencari informasi tentang android semakin tertarik pula saya terhadap system operasi tersebut. Yang mebuat saya sangat tertarik adalah saat saya iseng browsing mengenai review dari SE xperia x8 di google dan menemukan video review dari Handphone tersebut di youtube. Didalam video tersebut ditunjukkan kemampuan Handphone tersebut untuk memainkan game 3D yaitu Need For Speed Shift. Saya adalah seorang penggemar NFS series, tentunya hal itu sangat menggugah saya untuk mencicipi bagaimana memainkan game tersebut dalam sebuah gadget genggam. Akhirnya saya berpikir kembali apa yang saya inginkan dari Blackberry. Ya…seperti yang semua orang tahu Blackberry memudahkan kita dalam hal mengirim dan menerima email menggunakan teknologi push service dari RIM dan juga kemampuan yang sama untuk instant messaging dan social networking. Akhirnya saya putuskan untuk mencari informasi mengenai fitur tersebut di Android dan saya menemukan bahwa Android ternyata juga mampu melakukannya walaupun mungkin tidak perfect seperti Balckberry yang menggunakan server untuk melakukan push, sedangkan pada Android tidak. Pada Blackberry, server RIM bertugas untuk melakukan checking terhadap account email yang kita daftarkan apakah terdapat email baru, jika ternyata ada maka email itu akan di download seluruhnya (mulai dari subject, content hingga attachmentnya) untuk kemudian disimpan terlebih dahulu sebelum di forward ke Handset Blackberry kita. Sedangkan pada android, tugas untuk checking dilakukan oleh Handset kita sendiri kemudian di download langsung jika memang terdapat email baru. Hal ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya data yang di push tersebut tidak melewati push server sehingga aman dari segi privasi data namun kekurangannya adalah Handset kita yang terus menerus melakukan checking artinya terdapat transaksi data up dan down secara terus menerus yang mengakibatkan borosnya baterai. Maka dari itu konsumsi baterai pada Android lebih besar dibandingkan Blackberry.
Setelah menimbang-nimbang akhirnya saya memutuskan untuk membeli ponsel Android, namun yang saya pikirkan adalah bagaimana rasanya mengetikan kalimat pada saat sms ataupun chatting menggunakan virtual qwerty keyboard?padahal jari saya jempol semua
. Kemudian saya mencari ponsel Android selain xperia x8 dan menemukan xperia x10 mini pro. Wah pas banget nih, udah imut ada slide keyboardnya lagi. Yah walaupun harus merogoh kocek berlebih dibandingkan x8 namun saya puas memilikinya. Dan yang paling membuat saya puas akan pilihan ini adalah android market yang ternyata memiliki ribuan aplikasi gratis tidak seperti Blackberry yang sedikit (mayoritas berbayar). Sekian dulu cerita saya, pada posting berikutnya akan saya review kelebihan dan kekurangan ponsel ini.
Sent from my Xperia X10 mini pro using WordPress for android

mau tanya ni mas kelebihan dan kekurangan seri xperia ini apa aja gitu?
saya juga jadi tertarik nih pengen beli hape android,oya katanya kalo android kita kudu langganan data minimal berapaan yah supaya bisa selalu ol,
Kelemahan adalah versi android yang upgradeable cuma sampai versi 2.1 (eclair), namun jika anda sedikit nekat bisa upgrade ke froyo bahkan gingerbread menggunakan custom ROM. Saya menggunakan Th**e dengan biaya 35rb/bulan